B1, Karawang– Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bekerja sama dengan mitra kerja Komisi IX DPR RI, menyelenggarakan kegiatan, Jum'at ( 19/6/26) di Aula Gedung Serbaguna PGRI Kecamatan Tegalwaru
Sosialisasi Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Gigi Putih Sari, sebagai narasumber utama.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan mengenai sistem pelayanan kesehatan rujukan yang efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi mengenai mekanisme rujukan berjenjang, peningkatan mutu layanan kesehatan, serta upaya pemerintah dalam memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Dalam sambutannya, drg. Gigi Putih Sari menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan sistem rujukan nasional.
" Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah dalam mendukung keberhasilan sistem rujukan nasional, tata kelola pelayanan kesehatan rujukan yang baik akan mempercepat penanganan pasien serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh " Jelas drg. Gigi dalam sambutannya.
Sementara itu, perwakilan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Rini Hariyanti menjelaskan berbagai kebijakan dan program strategis yang sedang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan untuk memperkuat jejaring layanan kesehatan rujukan. Program tersebut mencakup penguatan kapasitas rumah sakit, digitalisasi sistem rujukan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias di hadiri oleh Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Karawang, Muspika Kecamatan Tegalwaru dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum ini, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai masukan terkait pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.
Diharapkan, melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat semakin memahami hak dan akses terhadap pelayanan kesehatan rujukan, sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. (spyn).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar