-->

Iklan

Presiden Prabowo Subianto Menghadiri Panen Raya Padi di Karawang

Rabu, 07 Januari 2026, Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T08:59:55Z



B1, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya padi di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras hanya dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo.


Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, agenda panen raya merupakan simbol keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras lebih cepat dari target awal.


“Pada prinsipnya adalah penegasan bahwa dalam satu tahun pemerintahan ini kita berhasil mencapai swasembada beras,” ujar Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).


Prasetyo menyebut, capaian swasembada beras membuat Indonesia tidak lagi melakukan impor. Bahkan, cadangan beras nasional yang dikuasai pemerintah melalui Bulog kini tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.


“Cadangan beras kita saat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah. Namun demikian, Presiden menekankan agar kita tidak cepat puas dan terus meningkatkan capaian ini,” kata dia.


Selain beras, Presiden Prabowo juga mendorong percepatan swasembada komoditas pangan lain, seperti jagung, bawang, ikan, dan telur. Prasetyo mengungkapkan, Presiden telah menginstruksikan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mempercepat pembangunan kampung nelayan serta pengadaan sekitar 1.582 kapal tangkap ikan.


Tak hanya itu, pemerintah juga diminta mengembangkan budidaya ikan darat yang nantinya akan terintegrasi dengan kebutuhan Badan Gizi Nasional (BGN).


“Budidaya ikan darat ini diharapkan memiliki offtaker dari BGN untuk mendukung program makan bergizi gratis,” jelas Prasetyo.


Menurut Prasetyo, swasembada pangan menjadi kebutuhan mendesak guna memastikan ketersediaan bahan pangan dan karbohidrat di dalam negeri, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ia mencontohkan, kebutuhan telur untuk program MBG mencapai sekitar 82 juta butir per hari, seiring jumlah penerima manfaat yang mencapai 82 juta orang.


“Jika satu hari menunya telur, maka dibutuhkan 82 juta butir telur. Kebutuhan ayam pun sangat besar untuk memenuhi protein hewani dalam program ini,” ujarnya.


Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kebanggaannya atas capaian swasembada beras yang secara resmi dicapai pada 31 Desember 2025. Ia menyebut cadangan beras pemerintah saat ini melampaui capaian pada era Presiden kedua RI Soeharto.


“Alhamdulillah, pada 31 Desember 2025 pukul 24.00 kita secara resmi menyatakan Republik Indonesia swasembada beras,” terangnya.


Cadangan beras kita di gudang pemerintah adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam taklimat awal tahun bersama Kabinet Merah Putih di Hambalang, Selasa (6/1/2026).


Prabowo mengungkapkan, awalnya pemerintah menargetkan swasembada beras dalam empat tahun. Namun, target tersebut berhasil dicapai hanya dalam satu tahun, dengan cadangan beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton.


“Dulu puncaknya cadangan beras kita sekitar 2 juta ton. Hari ini, cadangan beras pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Prabowo, Rabu (7/1/2026).


Ia menegaskan, swasembada beras menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global dan konflik di berbagai negara penghasil beras.


“Kalau kita tidak swasembada, di tengah konflik dan perang di berbagai kawasan, sumber impor beras kita bisa terganggu. Karena itu, swasembada adalah kunci kedaulatan pangan kita,” pungkas Prabowo. (Sopian)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar