B1, BEKASI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mulai merelokasi ratusan pedagang pasar tumpah di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC) ke Pasar Baru Cikarang, Jumat (13/2/2026). Relokasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan raya serta mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi. (14/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, penertiban dan pemindahan pedagang merupakan langkah awal penataan kawasan perdagangan agar lebih tertib dan sesuai peruntukannya.
“Alhamdulillah hari ini sekitar 500 pedagang sudah kita relokasi dari jalan raya ke tempat semula, yaitu di Pasar Baru Cikarang, tepatnya di depan Ramayana. Ada sebagian yang sudah masuk ke dalam pasar dan ada juga yang sementara berjualan di area yang sudah disiapkan,” ujar Asep saat meninjau lokasi.
Menurutnya, relokasi dilakukan secara bertahap sambil melakukan pembenahan infrastruktur pendukung. Pemerintah daerah akan memperbaiki drainase, akses jalan, serta area parkir guna memastikan aktivitas perdagangan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.
“Yang terpenting sekarang pedagang pindah dahulu. Setelah tertata, sambil berjalan kita rapikan semua, mulai dari parkir, sampah, hingga jalan yang tergenang. Besok kita buat saluran air dan akan dilapisi agar tidak banjir,” katanya.
Asep menegaskan, penataan ini juga bertujuan memberikan hak yang sama bagi pedagang, pejalan kaki, dan pengguna jalan. Ia menilai berjualan seharusnya dilakukan di dalam pasar, bukan di badan jalan.
“Kalau mau berjualan ya di pasar, bukan di jalan. Jalan punya fungsi sendiri. Dengan relokasi ini, Insya Allah kemacetan bisa terurai karena sebelumnya macetnya justru terjadi di luar pasar,” jelasnya.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kabupaten Bekasi, Ganda Sasmita, mengatakan, "kami memastikan pengawasan akan dilakukan bersama secara ketat oleh unsur TNI, Polri, aparat kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat. Ia menekankan tidak boleh ada pungutan liar (pungli) di dalam area pasar.
“Insyaallah tidak ada pungli karena sudah di dalam pasar, maka harus bersih dan tertib. Pengawasan akan terus kita lakukan,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga akan mengevaluasi kondisi bangunan Pasar Baru Cikarang yang tercatat telah mengalami kebakaran hingga tiga kali. Penilaian konstruksi akan dilakukan bersama dinas terkait untuk menentukan apakah pasar masih layak digunakan atau perlu direnovasi.
“Nanti kita lihat konstruksinya. Kalau masih kuat dan bagus, kita rapikan. Kalau sudah tidak layak, ya kemungkinan kita renovasi atau bongkar,” ungkap .
Relokasi pedagang pasar tumpah ini telah disosialisasikan sebelumnya melalui surat edaran dan pemberitaan media. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk berbelanja di lokasi baru.
“Surat sudah berkali-kali kita sampaikan, bahkan hampir 34 kali. Masyarakat yang datang dan melihat jalan kosong, jangan bingung. Pedagangnya pindah ke dalam pasar,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap relokasi ini menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan kawasan perdagangan yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. (Sgt)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar